96 Warga di Sulteng Ditangkap Terlibat Prostitusi

2751
ILUSTRASI

SultengTerkini.Com, PALU– Polda Sulawesi Tengah dan jajarannya berhasil mengungkap kasus prostitusi di wilayahnya dengan menangkap sebanyak 96 pelakunya.

Hal itu berdasarkan data hasil selama pelaksanaan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) dalam rangka cipta kondisi menjelang Natal dan Tahun Baru 2018 di wilayahnya.

Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto yang dikonfirmasi SultengTerkini.Com, Selasa (12/12/2017) membenarkan hal itu.

Hari Suprapto mengatakan, kasus prostitusi merupakan salah satu sasaran Polda Sulteng dan jajaran yang harus diberantas dalam pelaksanaan Operasi Pekat.

Dari data tersebut, Polres Palu tercatat terbanyak mengungkap dan menangkap pelaku yang terlibat dalam kasus prostitusi yaitu sebanyak 35 orang, disusul Polres Poso 17 orang dan Polda Sulteng 13 orang.

Adapun polres yang sama sekali tak ditemukan kasus prostitusi di wilayahnya selama Operasi Pekat yaitu Polres Donggala, Banggai Kepulauan, Tolitoli, Sigi, dan Polres Morowali.

“Prostitusi cukup tinggi ditemukan selama operasi pekat berlangsung,” kata mantan Kapolres Buol itu.

Selain prostitusi kata Hari, sasaran lain polisi selama Operasi Pekat yang berlangsung dari 23 November hingga 6 Desember 2017 itu adalah perjudian, premanisme, senjata tajam, senjata api, bahan peledak narkoba, minuman keras.

Untuk kasus perjudian, Polda Sulteng dan jajaran menangkap 26 tersangka, dengan terbanyak di wilayah Polres Tojo Unauna dengan tujuh tersangka.

Sementara kasus narkoba, ada 34 tersangka yang ditangkap di hampir seluruh polres, kecuali Polres Buol.

Usai pelaksanaan Operasi Pekat, selanjutnya Polda Sulteng dan jajaran akan menggelar Operasi Lilin Tinombala dalam rangka pengamanan menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru 2018. CAL

Silakan komentar disini...
loading...