Seorang Nelayan di Tolitoli Tewas Diterjang Ombak

873
SEORANG nelayan di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah bernama Syamsudin (45) ditemukan tewas tak lama setelah diterjang ombak di muara Sungai Sabang, Selasa (25/7/2017) pukul 18.00 Wita. FOTO: HMS

SultengTerkini.Com, TOLITOLI– Seorang nelayan di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah bernama Syamsudin (45) ditemukan tewas tak lama setelah diterjang ombak di muara Sungai Sabang, Selasa (25/7/2017) pukul 18.00 Wita.

“Korban tersebut diduga kuat meninggal dunia akibat tenggelam di muara sungai Sabang karena terhempas ombak,” kata Kapolsek Galang, Iptu Edwyn Jacobus yang dikonfirmasi, Rabu (26/7/2017).

Kejadian bermula pada saat korban bersama keponakannya bernama Herdiansyah pergi menjaring ikan di pantai Desa Sabang dengan menggunakan sebuah jala.

Saat itu menunjukkan pukul 16.00 Wita, korban bersama Herdiansyah tiba di muara pantai Sabang.

Korban dan Herdiansyah langsung turun ke pantai dan menebarkan jaring. Usai itu mereka menunggu hasil tangkapannya akan diangkat.

Pukul 17.30 Wita, mereka mengambil jaring, dan hasil tangkapan mereka dibawa pulang dengan melewati aliran air muara sungai Sabang yang saat itu sedang air pasang, tingginya mencapai tiga meter dan berombak.

Saat itu korban berjalan di depan Herdiansyah dengan jarak sekitar enam meter.

Saat berjalan, korban dan Herdiansyah mengalami kesulitan karena hantaman ombak dari arah belakang yang mengakibatkan jaring yang dipikul terurai dan sering melilit di kaki.

“Sementara berjalan, tiba-tiba Herdiansyah melihat korban terperosot di tubir dasar muara sungai. Herdiansyah berusaha untuk menolong korban, namun tidak sempat karena Herdiansyah sendiri dihantam ombak, sehingga ia berusaha menyelamatkan diri terlebih dahulu,” kata Kapolsek Edwyn Jacobus.

Saat mencapai daratan, Herdiansyah langsung meminta pertolongan kepada warga sekitar. Warga sekitar kemudian langsung melakukan penyelaman di sekitar tempat kejadian.

Pada saat itu Herdiansyah langsung pergi ke rumah keluarga korban untuk memberitahukan kejadian itu, dan kembali ke tempat kejadian bersama dengan keluarga korban.

30 menit kemudian warga berhasil menemukan korban, namun naas, saat ditemukan korban sudah tidak bernyawa.

“Menurut keterangan warga yang menemukan korban, bahwa korban ditemukan masih menggunakan helm proyek berwarna hitam dan terlilit jaring di lehernya,” katanya.

Edwyn Jacobus menjelaskan, kejadian itu murni kecelakaan.

Setelah dilakukan pemeriksaan fisik luar korban bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan korban murni mengalami kecelakaan di laut.

Keluarga korban menolak apabila jenazah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan medis, dan menyatakan menerima kematiannya sebagai takdir dari Yang Maha Kuasa. */CAL

Silakan komentar disini...
loading...