Polres Poso Tegaskan Belum Ada Penghentian Aktivitas Galian C PT SBC dan PT MGIM

838
SUASANA di lokasi perusahaan tambang galian C PT Multigraha Estika Makmur di Desa Betalemba, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Rabu (19/7/2017). FOTO: IST

SultengTerkini.Com, POSO– Pihak Polres Poso, Sulawesi Tengah menyatakan masih terus melakukan penyelidikan terhadap dua perusahaan tambang galian C di wilayahnya masing-masing PT Surya Baru Cemerlang (SBC) Desa Meko, Pamona Barat dan usaha tambang galian C milik PT Multi Graha Istika Makmur (MGIM) Desa Betalemba, Poso Pesisir Selatan.

Penyelidikan langsung di lokasi oleh polisi terhadap dua perusahaan tambang galian C tersebut dilakukan untuk mencari bukti pelanggaran pidana karena diduga beroperasi tidak sesuai dengan izin usaha yang dikantongi.

Penjelasan atas belum dihentikannya dua perusahaan tambang galian C yang ada di Poso tersebut, karena adanya laporan masyarakat dan menyikapi munculnya pemberitaan di sejumlah media online dan cetak jika aktivitas kedua lokasi tambang telah dihentikan.

Diakui, sejauh ini Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Poso saat mendatangi lokasi masih dalam tahap penyelidikan dan belum ada perintah untuk menghentikan aktivitas baik PT SBC ataupun usaha tambang galian C milik PT MGIM Desa Betalemba, Poso Pesisir Selatan.

KBO Satreskrim Polres Poso, Ipda Muhammad Ridzka yang ditemui wartawan pada Kamis (20/7/2017) mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara, pihaknya masih terus mengumpulkan data tambahan untuk mencari bukti pidana dan belum ada penghentian operasional.

Menurutnya, kedatangan polisi ke lokasi tambang sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat terkait adanya aktivitas perusahaan tambang yang diduga masih menggunakan  izin usaha eksplorasi, namun sudah melakukan kegiatan usaha produksi material galian C.

“Saya tegaskan sejauh ini polisi turun ke lokasi tambang masih dalam rangka penyelidikan. Kita belum melakukan upaya paksa, karena upaya paksa nantinya bisa, setelah masuk ke tingkat sidik,” ujar Ridzka.

Ia menambahkan, kepolisian di Poso berharap agar semua pihak tetap bersabar sambil menunggu hasil penyelidikan terkait ada tidaknya bukti pidana yang telah dilanggar oleh kedua perusahaan tambang galian C tersebut.

Menurutnya, langkah polisi dalam melakukan penyelidikan selalu mengedepankan sikap profesional dan tidak mengenyampingkan asas equality before the law agar nantinya dari hasil penyelidikan tidak akan merugikan salah satu pihak, baik pelaku usaha ataupun masyarakat sebagai pelapor.

“Yang jelas hingga saat ini proses penyelidikan polisi masih tetap berjalan. Sebagai tindak lanjut, saya minta masyarakat bisa bersabar dan mempercayakan sepenuhnya proses hukum yang berjalan kepada aparat kepolisian,” tegasnya. FAZ

Silakan komentar disini...
loading...