Aktivitas PT Multigraha Estetika Makmur dan CV Itas di Poso Harusnya (juga) Ditutup!

693
Andi Akbar Panguriseng

SultengTerkini.Com, POSO– Langkah pihak aparat untuk menutup serta menertibkan tambang galian C yang dikelola pihak PT Surya Baru Cemerlang (SBC) di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah diapresiasi oleh pihak kuasa hukum perusahaan tersebut, Andi Akbar Panguriseng.

Namun demikian, pihak kuasa hukum PT SBC juga meminta agar langkah ini juga diberlakukan kepada seluruh perusahaan tambang yang masih beroperasi tetapi belum memiliki izin sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Minerba.

“Hendaknya langkah tegas ini juga diberlakukan kepada perusahaan tambang yang juga belum memiliki izin yang memadai, sehingga aspek rasa keadilan bisa terpenuhi,” ujar Andi Akbar yang dikonfirmasi media ini melalui telepon genggamnya, Sabtu (15/7/2017).

Andi Akbar mengatakan, sepengetahuan dirinya ada sejumlah perusahaan tambang di Poso yang tetap beraktivitas, bahkan melakukan produksi secara besar-besaran.

Adapun sejumlah perusahaan tambang yang terang-terangan menambang di Poso, walaupun belum memilki izin memadai sebagaimana yang disyaratkan dalam perundang-undangan yang berlaku.

Andi Akbar menyebutkan, perusahaan yang belum memilki izin yang memadai itu antara lain PT Multigraha Estetika Makmur yang melakukan aktivitas penambangan galian C di Sungai Puna, Desa Betalemba, Kecamatan Poso Pesisir Selatan.

Selanjutnya, CV Itas, dimana perusahaan tambang yang beraktivitas di penambangan di Sungai Desa Meko, Kecamatan Pamona Barat ini juga belum ada izin lengkap, tapi mengapa sudah beroperasi.

Dimana konon pemilik dari CV Itas ini adalah keluarga dekat Bupati Poso Darmin saat ini.

Ironisnya lagi kata Andi Akbar, CV Itas ini bahkan memerintahkan kepada sejumlah penambang yang ada di Sungai Meko agar menyetor pajak melalui dirinya.

Selanjutnya pihaknya yang akan menyetorkan pajak tersebut kepada pihak Pemkab Poso.

Berdasarkan pengakuan seorang penambang, dirinya pernah menyetor pajak melalui pemilik CV Itas, namun pajak tersebut ternyata tidak disetorkan kepada pihak Dinas Pendapatan Kabupaten Poso.

Yang sangat disesali Andi Akbar, keberadaan tambang galian C yang dikelola oleh PT SBC di Desa Meko merupakan material yang akan digunakan pada sejumlah proyek strategis nasional.

Dimana untuk kegiatan ini sebenarnya ada payung hukum berupa instruksi presiden serta peraturan presiden tentang percepatan proyek strategis nasional, sehingga keberadaan tambang galian C yang dikelola pihak PT SBC ini dapat didukung pemerintah setempat.

Tapi nyatanya kata Andi Akbar, justru hal ini diabaikan begitu saja.

Menariknya kata Andi Akbar, seperti PT Multigraha Estetika Makmur dan CV Itas menambang untuk proyek yang bukan strategis nasional.

Bahkan sebagian materialnya hanya untuk dijual kepada sejumlah pengusaha masih saja berproduksi dan belum diambil tindakan tegas terhadap mereka. FAZ

Silakan komentar disini...
loading...