Longki Djanggola: Jangan Lupakan Silaturahmi!

660
KETUA DPD Partai Gerindra Sulawesi Tengah Longki Djanggola saat memberikan sambutan dalam kegiatan silaturahmi akbar di halaman kantor partai di Jalan Elang Palu, Senin (10/7/2017) malam. FOTO: FHIQRIYAWAN

SultengTerkini.Com, PALU– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar kegiatan silaturahmi atau biasa dikenal dengan halal bihalal di kantornya Jalan Elang Kota Palu, Senin (10/7/2017) malam.

Silaturahmi akbar tersebut mengangkat tema Dengan Momentum Halal Bihalal Mari Kita Eratkan Silaturahmi Demi Mewujudkan Sulawesi Tengah yang Maju, Mandiri dan Berdaya Saing.

Selain Ketua DPD Gerindra Sulteng, Longki Djanggola, acara silaturahmi itu juga dihadiri para pimpinan partai politik setempat diantaranya dari Demokrat, Golkar, Perindo, PDIP, dan ribuan undangan yang didominasi warga Kota Palu dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Longki Djanggola yang juga Gubernur Sulteng ini mengatakan, menjelang 2018-2019 tugas berat kita adalah tugas politik.

“Untuk itu kita sudah mulai mempersiapkan langkah-langkah strategis. Bagaimana kita bisa berbuat dengan aksi-aksi nyata untuk bisa meraup suara yang sebaik-baiknya untuk kepentingan politik,” katanya.

Longki Djanggola berharap agar proses politik yang akan berlangsung nanti secara nasional, termasuk di daerah Sulteng, dapat berjalan dengan aman, tertib dan terkendali.

“Semua kita harus mengedepankan kekeluargaan dan persaudaraan, bukan karena kita punya kepentingan-kepentingan yang sesaat, terus kita melupakan silaturahmi sesama kita,” tutur mantan Bupati Parigi Moutong itu.

Dalam hal politik dirinya meminta semua pihak harus bersikap dewasa agar kedepannya tidak perlu lagi terjadi hal-hal yang pernah terjadi sebelumnya.

“Sehingga in shaa Allah apapun momen yang kita lakukan pada 2018-2019 mendatang, semuanya dapat berjalan dengan baik,” tuturnya.

Sementara itu, Ustaz Yusuf Djambolino yang membawakan hikmah silaturahmi lebih menekankan soal pentingnya mensyukuri nikmat Allah SWT.

Ustaz Yusuf juga berbicara pentingnya kebersamaan meski berbeda sikap, termasuk dalam hal politik.

Bahkan ia menganalogikan para pihak yang terlibat politik untuk menyontohi filosofi kambing, sapi, dan kerbau.

Meski ketiganya merumput di lapangan hijau, tetapi mereka tetap bersama dan bersatu tanpa ada perseteruan. FIQ

Silakan komentar disini...
loading...