oleh

Sehari Dua Teror di Poso, Ada Surat Ancaman Buat Polisi

SUASANA di lokasi kejadian saat Tim Jibom Gegana Polda Sulawesi Tengah mengamankan benda mencurigakan yang diduga bom, Ahad (9/7/2017). FOTO: FAIZ

SultengTerkini.Com, POSO– Aksi teror kembali terjadi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Tidak tanggung-tanggung, aksi teror itu terjadi sebanyak dua kali dalam sehari, Ahad (9/7/2017).

Berawal dari keterangan seorang warga Desa Lape, Kecamatan Poso Pesisir, yang diketahui bernama Aco, pada Minggu 9 juli 2017 sekitar jam 11.30 wita menemukan benda diduga bom tepat di depan SMA Kristen Poso, Kecamatan Poso Kota Utara.

Aco yang tengah mengerjakan proyek pembuatan Riol itu tiba-tiba kaget dan panik melihat sebuah bungkusan kecil yang mencurigakan berwarna putih berkabel yang dililit lakban warna hitam.

Lokasi kejadian yang hanya berjarak 100 meter dari Pos Lantas itu kemudian Aco langsung melaporkan benda mencurigakan ke pos tersebut.

Atas laporan itu, Tim Jibom Gegana Polda Sulteng kemudian melakukan sterilisasi lokasi dan mengamankan benda mencurigakan tersebut untuk diurai.

“Pagi itu saya kerja di ujung sana, tepat saya kerja di bagian sini ada benda mirip bom. Terus saya angkat dan saya taruh ulang di bawah, karena saya takut nanti meledak, saya lapor sama polisi di pos lantas,” ungkap Aco saat ditemui sejumlah wartawan di lokasi penemuan bom tersebut.

Menurut Aco, saat dirinya melihat benda diduga bom itu, kondisi benda berbentuk bulat diapit dua kabel berwarna hitam dan kertas yang dililit lakban.

“Ketika saya angkat berat, kemudian ada kabel hitam, ada kertas digulung lakban hitam,” ujarnya.

Sementara itu, sebelumnya pihak kepolisian pada Ahad (9/7/2017) dini hari sekira jam 03.15 Wita di depan Mapolres Poso Jalan Pulau Sumatera, Gebangrejo, Poso Kota atau tidak jauh dari pintu masuk dikejutkan sebuah benda mencurigakan yang dibungkus dengan lilitan lakban warna hitam dan di bagian luar bungkusan terdapat potongan kertas putih yang menempel plester luka berwarna coklat.

Pada jam 04.30 Wita Tim Jibom Polda Sulteng tiba di lokasi dan selanjutnya melakukan penanganan lokasi.

Tak lama benda mencurigakan tersebut dipindahkan dari lokasi kejadian menggunakan kendaraan jibom menuju markas Gegana untuk diurai.

Benda mencurigakan diduga bom itu ditemukan Brigadir Syawaluddin, anggota Polres Poso yang tengah piket malam.

Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto mengatakan, sehari pihak jibom mengamankan dua benda mencurigakan.

Menurutnya, benda mencurigakan di depan Polres Poso dilakukan untuk mengancam keamanan pihak kepolisian.

“Iya, yang jelas itu untuk mengancam pihak kepolisian Polres Poso. Sementara yang di depan Smaker kemungkinan barang yang tertinggal,” kata Hari Suprapto melalui telepon genggamnya, Ahad.

Dari hasil urai Tim Jibom, benda mencurigakan yang ditemukan di depan Mapolres Poso berupa secarik kertas dengan tinta biru berisi ancaman buat polisi bertuliskan “Kami Akan Datang Menumpah Darah Kalian Wahai Thogut“.

Selain itu, rangkaian material batu bata yang belum dibakar, satu helai kabel kecil warna putih, satu helai kabel kecil warna ungu, satu helai kabel kecil warna biru, lakban hitam yang dipotong, tas sandal warna hitam, serpihan magnet warna hitam dan ring pompa lampu petromaks.

Hari Suprapto menuturkan, seluruh barang bukti tersebut telah dibawa ke Mapolda Sulteng untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Pihak kepolisian juga berterima kasih kepada warga yang mau melapor jika ada hal-hal dan benda yang mencurigakan. FAZ

Silakan komentar disini...
loading...
(Visited 18 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed